Langsung ke konten utama

Sebuah Catatan Hujan untuk Pelangi

Catatan sang pangeran hujan untuk sang putri pelangi

Dalam hati ini selalu saja terjadi gemuruh
Ya gemuruh namamu

Aku kadang iri dengan mereka yang bisa kamu ceritakan banyak hal
Bukan kadang, aku benar benar iri

Aku bisa tahu karena memang itu sifatmu
Sifat yang aku rindukan

Mungkin kamu ingin menguji kesetiaanku
Atau kamu ingin memupuk rindu sampai tiba waktu kerinduan itu tiba
Atau kamu ingin menunjukkan bahwa kamu memang tidak cinta padaku
Atau dihatimu memang sudah tergores sebuah nama
Atau...
Atau...
Atau...

Aku sungguh tidak mengerti
Kamu yang menjadi sangat tertutup
Apa yang harus aku lakukan?
Mestikah aku menjemput cinta lain?
Namun namamu sudah terlanjur tergores di sebagian kecil hati ini
Ya aku tidak memiliki pengetahuan mengenai hatimu
Hanya Dia yang tahu isi hatimu dan hatiku
Dan hanya Dia yang tahu yang terbaik dari masing masing kita
Aku hanya berharap cintamu padaku bukan karena perbuatan itu, namun murni cinta karena cintaku ini murni untukmu
Jikalau memang cintamu hanya karena perbuatan tersebut semoga masing masing kita diberi jalan terbaik
Mungkin memang hujan tidak akan pernah bisa bertemu dengan pelangi

Dari lubuk hatiku, aku mengharapkan cinta murni darimu

-sebuah catatan dari isi lubuk hati sang pangeran hujan kepada sang putri pelangi-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tertulis

Disini pernah tertulis Lambar-lembar perasaanku pada orang yang kucintai Lembar-lembar yang tak pernah sampai padanya Disini pernah tertulis Orang-orang yang kucintai Orang-orang yang pernah bersiggah di hatiku Disini hanya tertulis Orang-orang yang pernah kucintai Meski tak berbalas Dan akan tertulis Untukmu yang setia

Hai Hai

Hai, bagaimana kabarmu pelangi? Semoga selalu dalam lindungan Allah Semoga hatimu meneguhkan satu nama Insya Allah aku pasti berjuang untukmu Untuk impian kita Jika kamu mau menungguku

Ujian

Kadang terpikir olehku. Seberat inikah ujianMu? Ataukah ini hanya permulaan? Semoga setiap ujian dariMu membuat diri ini makin dewasa dan makin meng-istiqomahkan dalam memperbaiki diri. Aku tahu, Engkau akan selalu menemaniku