Sifat-Sifat Buruk yang Sepatutnya Dijauhi oleh Seorang Istri Salihah
Syaikh Al-Qaththan menyebutkan dalam buku “Hak-Hak Suami Isteri” bahwa Muhammad bin ‘Abdis Salam berkata tentang seorang wanita. Semoga Allah melindungi kita darinya.
Hati-hatilah terhadap setiap wanita (yang tampak) bagai pria, lagi diingkari
keras urat keningnya lagi tampak ototnya
Urat lehernya meyembul, ucapannya menyakitkan
Suaranya sangat keras
Ia mengubur segala kebajikan
Menyebar keburukan
Membantu kehidupan atas (penderitaan) suaminya
Bukannya membantu suaminya mengatasi kehidupan ini
Jika suami masuk, dia keluar
Jika suami keluar, dia masuk
Jika suami tertawa, dia menangis
Jika suami menangis, dia tertawa
Jika suami menceraikannya, dia menyibukkannya
Jika mempertahankann ya, itu menjadi musibah
Suka menampar, suka melempar, banyak memanggil
Sedikit kesadaran
Dia makan dengan rakus, suka mencela
Suka berteriak-terak , mudah marah, suka berkata keji
Apinya tidak dapat dipadamkan
Badainya tidak dapat diredam
Kemampuannya sempit
Qana’ahnya tidak ada
Anaknya kurus
Rumahnya berantakan
Jika berbicara, dia mengangkat jari-jarinya
Dan menangis di mana-mana
Melepaskan hijabnya
Menggonggong di depan pintu rumahnya
Menangis, padahal dialah yang bertindak aniaya
Dia bersaksi padahal tidak melihatnya
Lisannya menunjukkan kedustaan
Dan air matanya mengalir dengan kedurhakaan.
–
Disalin dari buku (terj.) Panduan Lengkap Nikah (dari “A” sampai “Z”), Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq, Januari 2007, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor.
Artikel WanitaSalihah.C om
Syaikh Al-Qaththan menyebutkan dalam buku “Hak-Hak Suami Isteri” bahwa Muhammad bin ‘Abdis Salam berkata tentang seorang wanita. Semoga Allah melindungi kita darinya.
Hati-hatilah terhadap setiap wanita (yang tampak) bagai pria, lagi diingkari
keras urat keningnya lagi tampak ototnya
Urat lehernya meyembul, ucapannya menyakitkan
Suaranya sangat keras
Ia mengubur segala kebajikan
Menyebar keburukan
Membantu kehidupan atas (penderitaan) suaminya
Bukannya membantu suaminya mengatasi kehidupan ini
Jika suami masuk, dia keluar
Jika suami keluar, dia masuk
Jika suami tertawa, dia menangis
Jika suami menangis, dia tertawa
Jika suami menceraikannya,
Jika mempertahankann
Suka menampar, suka melempar, banyak memanggil
Sedikit kesadaran
Dia makan dengan rakus, suka mencela
Suka berteriak-terak
Apinya tidak dapat dipadamkan
Badainya tidak dapat diredam
Kemampuannya sempit
Qana’ahnya tidak ada
Anaknya kurus
Rumahnya berantakan
Jika berbicara, dia mengangkat jari-jarinya
Dan menangis di mana-mana
Melepaskan hijabnya
Menggonggong di depan pintu rumahnya
Menangis, padahal dialah yang bertindak aniaya
Dia bersaksi padahal tidak melihatnya
Lisannya menunjukkan kedustaan
Dan air matanya mengalir dengan kedurhakaan.
–
Disalin dari buku (terj.) Panduan Lengkap Nikah (dari “A” sampai “Z”), Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq, Januari 2007, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor.
Artikel WanitaSalihah.C
Komentar
Posting Komentar