Langsung ke konten utama

KOMITMEN

Jadi, permasalahan dari perselingkuhan itu adalah KOMITMEN. Silakan baca artikel dibawah:

Perselingkuhan.
.

Diamanahi sharing tentang keluarga, itu berat rasanya. Karena saya sendiri masih belajar. Bahkan pernah "gagal" membina. Sempat mau saya tolak, tapi ini amanah. Bermodal Bismillah, niat ingin berbagi pengalaman menangani kasus-kasus rumah tangga, saya pun bersedia.
.

Ketika kemudian membahas perselingkuhan, kok jadi sedep ya...eh senep 😂

***

Apa sih yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan?
.

Pasangan tampil kurang menarik? Kayaknya ngga juga.

Saya pernah mendapat klien, si suami ganteng dan si istri cantik. Keduanya pinter juga. Tapi penyakit nya manusia kadang cenderung melihat rumput tetangga itu lebih hijau 😢
.

Apa komunikasi yang kurang efektif antara suami istri? Sering berantem, dingin dan hambar? Bisa jadi, tapi bisa juga ngga.

Ada klien saya yang memperlihatkan chat WA nya dengan pasangan halalnya, terlihat sangat mesra. Semua natural ngga mengada-ngada. Ketika saya bertemu langsung pun semua terlihat fine-fine saja.
.

Apa hubungan in*** yang kurang puas ? Ffffhhh...😢

Hubungan in*** memang penting dalam pernikahan tapi bukan segalanya.
Saya pernah tanya ke klien, ternyata dia masih cukup aktif berhubungan dengan pasangan halalnya. Di sisi lain ada kenalan saya yang suami/istrinya mengalami sakit parah dan lama ngga bisa aktif berhubungan tapi rumah tangganya alhamdulillah aman.
.

Apa karena kurang iman? Hhmmm

Yang namanya iman kan memang naik-turun. Karena kita bukan nabi. Tapi rasa-rasanya iman ngga bisa dijadikan alasan. Nanti jadi men-judge.
.

Lalu karena apa?  LDR? Bisa jadi.
Beberapa kasus mulai muncul masalah sejak LDR. Tapi ada juga rumah tangga yang LDR-an lama dan tetap adem ayem .
.

Jadi karena apa?

Kalau menurut saya, karena KOMITMEN-nya lemah.
Faktor A B C D yang dijadikan alasan hanyalah faktor teknis dan untuk pembenaran saja. Maaf ya...semoga ngga ada yang tersinggung.
.

Lalu gimana supaya tidak terjadi perselingkuhan?

Saya cuma kasih 1 tips.

JANGAN MAIN API.

Iya, jangan main api. Jangan nyerempet bahaya. Contohnya?

~ Jangan japrian dengan lawan jenis kalau ngga penting. Kalau misal ada yang penting pun, gunakan bahasa yang baku. Huruf ngga usah didobel-dobel seperti "Okeeee".

~ Jangan iseng cari bahan obrolan. "Eh pendapatmu di grup maksudnya apa ya? bla bla.. "
Modus. Tanya aja di grup. Ngga usah japrian.

~ Ngga perlu pakai emot-emot kecuali jempol dan tangan telungkup di dada. Itu pun tergantung percakapannya. Kalau jempol digunakan untuk memuji ya bahaya. "Presentasi kamu tadi bagus loh 👍👍👍"
Moduusss !

~ Jangan memulai chat. Kalau diajak chat duluan, jawab pertanyaan dengan "kalimat tertutup". Misalnya :
"Apa kabar?" Cukup dijawab "Baik."
Ngga perlu dilanjut "Kamu sendiri gimana kabarnya?" 😂
Percayalah....itu modus. Kecuali memang sudah bersahabat lama. Dan kalau bersahabat pun sebaiknya dia juga bersahabat dengan pasangan halal kita.

~ Jangan curhat ke lawan jenis. Apapun alasannya. Meski dia teman kerja, atau sahabat kita, atau bahkan misal dia sahabatnya pasangan kita sekalipun. No way. Tiitk.

~ Jangan berduaan meski itu sekedar makan bareng atau nebeng kendaraan. Taksi online bertebaran kan ya.

Godaan itu datangnya halus sekali. Jauhi.

Lalu gimana caranya supaya kita ngga jadi korban perselingkuhan?

Ikhtiar manusia tetap perlu...

- Berusaha selalu tampil menarik dan menyenangkan di depan pasangan halal.

- Beri perhatian, ngga hanya menuntut perhatian.

- Komunikasi rutin meski misal LDR-an. Sesekali bahas yang ringan-ringan supaya suasana hubungan rileks.

- Perbanyak syukur. Jangan menuntut pasangan menjadi sempurna. Karena di luar sana, bisa jadi banyak orang yang menginginkan tipe pasangan seperti pasangan kita.

- Cari pergaulan yang positif. Ikut kajian-kajian untuk menambah keimanan. Insya Allah keberkahan akan menyelimuti keluarga kita.

~ Terakhir dan sebenarnya adalah yang pertama, sebelum dilakukan ikhtiar, yaitu TITIPKAN KE ALLAH.
Kita ngga bisa jaga pasangan kita 24 jam. Minta Allah yang jagain. Tugas kita adalah taat dan menjaga diri kita sendiri.

Kalau sudah melakukan semua tetap terjadi masalah dalam rumah tangga?
Selesaikan. Kalau sudah ngga kuat, akhiri dengan cara yang baik. Kemudian memulai hubungan baru. Bukan menghadirkan pihak luar untuk menjadi pembenaran atas masalah intern rumah tangga.

Semoga keberkahan tercurah untuk keluarga kita semua. Dan Allah selalu menjaga rumah tangga kita. Aamiin.

#Sharing_is_learning
#PTPN_XI

Surabaya, 05092018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tertulis

Disini pernah tertulis Lambar-lembar perasaanku pada orang yang kucintai Lembar-lembar yang tak pernah sampai padanya Disini pernah tertulis Orang-orang yang kucintai Orang-orang yang pernah bersiggah di hatiku Disini hanya tertulis Orang-orang yang pernah kucintai Meski tak berbalas Dan akan tertulis Untukmu yang setia

Hai Hai

Hai, bagaimana kabarmu pelangi? Semoga selalu dalam lindungan Allah Semoga hatimu meneguhkan satu nama Insya Allah aku pasti berjuang untukmu Untuk impian kita Jika kamu mau menungguku

Ujian

Kadang terpikir olehku. Seberat inikah ujianMu? Ataukah ini hanya permulaan? Semoga setiap ujian dariMu membuat diri ini makin dewasa dan makin meng-istiqomahkan dalam memperbaiki diri. Aku tahu, Engkau akan selalu menemaniku