Langsung ke konten utama

Kriteria Calon Istri

Rumah tangga dapat diartikan sebagai tempat dimana seseorang menjalin hubungan dengan lawan jenis secara serius dalam ikatan pernikahan. Cita-cita terbesar dalam rumah tangga adalah keharmonisan rumah tangga dalam naungan islami, yakni sakinah mawaddah wa rahmah. Allah SWT dan rasulNya memerintahkan umat islam untuk menikah agar memenuhi sebagian iman dan menggapai ridho Allah SWT.

Salah satu hal yang penting dilakukan sebelum melaksanakan pernikahan adalah memilih pasangan yang baik sebagaimana yang telah dianjurkan dalam Islam. Bagaimana kriteria pasangan yang baik untuk dinikahi?
Wanita yang pantas dinikahi yang paling utama adalah dari 4 kriteria, yakni harta, nasab, kecantikan dan agama. Sebagaimana kita tahu, pilihlah calon istri karena agamanya, maka the rest of your marriage would be as beautiful as Jannah. Selain itu, ada beberapa pertimbangan lainnya yang tidak kalah penting, yakni:
1. Sekufu' (sederajat) terutama dalam hal agama sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah An-Nur ayat 26: 

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.”

2. Penyabar. Kriteria ini masuk dalam cara memilih pendamping hidup berdasarkan islam. Sebagaimana dalam surah At-Tahrim ayat 11:

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surya; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.””

Dari ayat diatas, istri Firaun begitu sabar menhadapi kekejaman dan sifat Firaun dan hanya berpasrah diri pada Allah SWT. Hikmah  yang dapat diambil adalah kesabaran seseorang menjadi kunci dalam bertahannya rumah tangga.

3. Memikat hati. Poin ini tidak hanya mengacu pada kecantikan semata, namun juga perilaku dan hatinya yang baik

4. Amanah. Dapat dipercaya merupakan salah satu tujuan pernikahan dalam islam. Percaya disini dalam banyak hal, antara lain menjaga diri dari godaan dan sentuhan lawan jenis, tidak berkhalwat berlebihan, menjaga harta suami sebagaimana dalam surah An-Nisa ayat 34:

“…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya..” 

dan dari Sabda Rasulullah SAW yaitu

“Sebaik-baiknya istri, yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.” (H.R. Thabarani dari Abdullah bin Salam)

5. Tidak Materialistis. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW

“Ada empat perkara, siapa yang mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawini bukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya.” (H.R. Thabarani, adapun hadits ini adalah Hadits Hasan (baik)).

6. Penyayang dan cerdas

7. Taat pada suami. Penjelasan sesuai dengan hadits di poin 4, yakni "...taat kepadamu ketika kamu suruh..."


Bagiku, rumah tangga bukan hal mudah. Beragam masalah, dari masalah kecil dan masalah besar. Semoga akhi2 sekalian bisa lebih bijak dalam mencari calon istri.

NIKAH BUKAN PERKARA SIAPA PALING CEPAT, NAMUN ADA BANYAK HAL YANG HARUS KAMU PERSIAPKAN DAN TERUS DIPERBAIKI SETELAH MENIKAH.

Di post berikutnya, ane mau berbagi mengenai tingkatan masalah dalam rumah tangga. Stay tune yak 👌👌👌👌👌

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tertulis

Disini pernah tertulis Lambar-lembar perasaanku pada orang yang kucintai Lembar-lembar yang tak pernah sampai padanya Disini pernah tertulis Orang-orang yang kucintai Orang-orang yang pernah bersiggah di hatiku Disini hanya tertulis Orang-orang yang pernah kucintai Meski tak berbalas Dan akan tertulis Untukmu yang setia

Hai Hai

Hai, bagaimana kabarmu pelangi? Semoga selalu dalam lindungan Allah Semoga hatimu meneguhkan satu nama Insya Allah aku pasti berjuang untukmu Untuk impian kita Jika kamu mau menungguku

Ujian

Kadang terpikir olehku. Seberat inikah ujianMu? Ataukah ini hanya permulaan? Semoga setiap ujian dariMu membuat diri ini makin dewasa dan makin meng-istiqomahkan dalam memperbaiki diri. Aku tahu, Engkau akan selalu menemaniku